Menciptakan Brand di Pariwisata, Soal Momen dan Momentum

Dalam satu sesi pitching ke calon investor, kemarin, saya dapat satu konsultasi gratis. Yaitu, Brand adalah cerita.

Ini adalah pengetahuan umum, sebetulnya. Dan bisa dengan gampang dilewatkan kalau kita tidak mau mencoba mengkosongkan gelas kita. Tapi saya tidak akan pernah lupa kekaguman saya terhadap cara beliau menarasikan nasehatnya dengan sangat ekspresif.  

Brand, sejatinya adalah menciptakan hegemoni di benak target konsumen. Mereka yang awalnya tidak tahu kemudian jadi tahu. Mereka yang sekedar tahu lalu menjadi berminat. Mereka yang berminat lalu menjadi pengguna. Mereka yang jadi pengguna menjadi pelanggan. Dan mereka yang jadi pelanggan kemudian menjadi referal. Artinya, selama proses hegemoni ini berlangsung, selama mereka berinteraksi dengan kita, kita menciptakan momen di benak mereka. 

Pariwisata, menurut beliau, sederhananya adalah menciptakan momen yang layak diingat. Misalnya sunrise di pinggir pantai bersama dengan orang yang paling kita cintai di dunia yang kemudian juga terabadikan lewat satu postingan Instagram, atau terjun payung dari sebuah pesawat tenaga surya. Target konsumen akan dapat dengan mudah disentuh jika kita bisa menyuguhkan visual yang dapat membuat mereka membayangkan momen ini.  

Bagaimana menciptakan momen yang layak diingat wisatawan?

Ciptakanlah program yang lebih unik dari kompetitor. 

Jika kita bicara tentang keunikan, sebetulnya ini hanya dibatasi kreativitas kita sendiri. Artinya, sebagai penyedia jasa pariwisata, sebetulnya ada banyak kombinasi unik yang bisa kita eksplor, bahkan kombinasi yang hanya kita saja yang bisa ciptakan karena sebetulnya kerangka pengalaman (frame of reference) satu orang atau satu lembaga, adalah berbeda dari orang atau lembaga lain. 

Tapi mulai dari mana?

Cara paling gampang adalah dengan analisis SWOT. Saking gampangnya, tafakur ini seringkali dilewatkan oleh bisnis. 

Secara terminologis, SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Analisis SWOT berarti mengevaluasi faktor internal di bisnis meliputi Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness), dan faktor eksternal di bisnis meliputi Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats).  

Joshua Earle from Unsplash

Kesempatan kita menciptakan momen untuk satu orang, hanya berlangsung satu kali. Yang berarti, sekali saja mereka merasa kecewa ketika berinteraksi dengan kita di antara proses ini (tahu - minat - pakai - berlangganan - referal), maka sulit bagi kita untuk membuat mereka mau mengulanginya. 

Maka selain menciptakan momen, tantangan kedua adalah menyesuaikan dengan momentum. Ini berkaitan erat dengan soal pemilihan waktu, membaca arah angin dan tren bisnis. Terlalu cepat, maka beresiko kurang semarak. Tapi terlalu lambat, beresiko loyo. 

Membaca momentum

Melakukan analisa terhadap momentum, saya pikir bisa lebih kompleks. Ini melibatkan analisa terhadap business plan yang sangat mendalam. Tahapannya kira-kira meliputi: 

  1. Memetakan Porter Five Forces. Supaya data aktual, lebih baik ditambah riset marketing di lapangan.
  2. Business Model Canvas.
  3. Memetakan berapa potensi Revenue Stream dibanding Cost Structure.
  4. Menurunkannya ke dalam OKR (Objective - Key Result) per 3 bulan.
  5. Menyusun strategi marketing berdasarkan OKR tersebut

Nanti kita cerita lagi tentang ini, setelah saya lebih pintar.

Comments

  1. Woori Casino Login - Play on Mobile or Desktop
    The Woori Casino App will septcasino be available at Woori Casino on casino-roll.com a mobile or desktop 1xbet korean basis. To 바카라 사이트 play on our https://octcasino.com/ mobile or desktop, you can also play with your desktop browser,

    ReplyDelete

Post a Comment